Inspektorat Aceh Selatan Gelar Workshop Manajemen Resiko dan RTP

Kategori : Pemerintahan Sabtu, 16 November 2019

Tapaktuan, Inspektorat Kabupaten Aceh Selatan menggelar Workshop Manajemen Risiko dan Rencana Tindak Pengendalian (RTP) bekerjasama dengan BPKP Perwakilan Aceh.

Kegiatan workshop tersebut dibuka oleh Sekdakab H Nasjuddin SH MM selaku mewakili bupati berlangsung selama 3 hari, dari tanggal 14 sampai dengan 16 Nopember 2019, bertempat di Aula Bappeda, Jalan Teuku Ben Mahmud Tapaktuan.

Dalam kata sambutannya, Sekdakab H Nasjuddin menyampaikan bahwa Rencana Tindak Pengendalian (RTP) merupakan implementasi atas Peraturan Pemerintah
Nomor 60 Tahun 2008.

"Tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2014 tentang Peningkatan
Kualitas Sistem Pengendalian Intern dan Keandalan Penyelenggaraan Fungsi
Pengawasan Intern dalam rangka mewujudkan kesejahteraan rakyat," ujarnya.

Dimana, sambungnya, dokumen RTP berisi gambaran dari efektifitas, struktur, kebijakan, dan prosedur organisasi dalam mengendalikan risiko, perbaikan dan pengendalian yang ada serta pengkomunikasian dan pemantauan
pelaksanaan perbaikannya.

Diharapkan nantinya dengan adanya dokumen RTP dapat diperoleh keyakinan memadai bahwa tujuan pembangunan jangka menengah Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan yang telah ditetapkan dapat tercapai. .


"Rencana Tindak Pengendalian dimaksudkan untuk memberikan acuan bagi pimpinan OPD dan juga para pegawai dalam rangka membangun pengendalian yang diperlukan untuk mencegah penyimpangan atau
mempercepat keberhasilan pencapaian tujuan, sehingga dapat menunjang pencapaian tujuan pembangunan Kabupaten Aceh Selatan," paparnya.

Sekretaris Inspektorat Aceh Selatan H AK Mulyadi selaku panitia penyelenggara kepada wartawan, Sabtu (16/11) menjelaskan kegiatan workshop Manajemen Risiko dan Penyusunan RTP tersebut menghadirkan 4 orang narasumber dari BPKP Perwakilan Aceh.

"Juga dibantu oleh Para Auditor Inspektorat Kabupaten Aceh Selatan yang memaparkan teknis mengindentifikasi risiko pada masing-masing OPD," jelasnya.

Ia menyebutkan, kegiatan itu sekaligus membimbing dan memandu peserta untuk menyusun RTP atas resiko - resiko tersebut.
Peserta yang mengikuti workshop berjumlah 180 orang yang mewakili 56 OPD dalam Kabupaten Aceh Selatan.

"Pelaksanaan workshop dibagi dalam 5 sesi latihan, yaitu 4 jamlat Overview Risiko, 6 jamlat Identifikasi Risiko, 6 jamlat Analisis Risiko, 4 jamlat Penyusunan RTP dan Peta Risiko, serta 4 jam latihan Penyusunan Laporan RTP," tuturnya.

Sementara itu, Inspektur Kabupaten Aceh Selatan Drs H Rasyidin sebelumnya dalam knockspeker menyampaikan bahwa pada Tahun 2018 yang lalu Inspektorat Kabupaten
Aceh Selatan telah memfasilitasi Diklat RTP pada 11 OPD dan telah dievaluasi RTP tersebut dalam PBR.

"Maka pada tahun ini kita harapkan semua
OPD dapat menyusun RTPnya agar dokumen RTP yang disusun tersebut benar-benar dapat
dipahami dan dikendalikan oleh Kepala OPD beserta jajarannya," harapnya. (IS)

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32